Sifat Galak Kucing Yang Muncul Karena Merasa Ketakutan

Apabila seekor kucing merasa berada dalam situasi yang “membahayakan”, maka secara naluriah akan muncul reaksi “bertarung atau lari”. Terkadang kucing hanya bereaksi dengan menggeram, bulunya berdiri dengan raut muka siap menyerang, tetapi apabila hal ini dirasa tidak cukup maka biasanya kucing akan berusaha lari dari tempatnya.

Secara alamiah kucing yang ramah, suka bercanda dan suka berteman jarang sekali menunjukkan sikap pemarah dan meyerang pada orang orang disekitarnya. Sebaliknya kucing yang pemalu dan pendiam gampang sekali takut bahkan sampai mencakar atau menggigit pada orang yang dianggap asing yang berusaha mendekatinya walaupun hanya sekedar mengelus atau menggendongnya.

444754100_685f2ea484_z
ilustrasi: kucing merasa terancam

Sifat galak karena takut dapat disebabkan oleh beberapa hal. Sifat genetis dari kucing mempunyai pengaruh terhadap munculnya sifat galak ini. Seberapa bagus kucing bersosialisasi ketika masih kanak kanak juga berpegaruh pada munculnya sikap galak ini, anak kucing yang disapih terlalu awal dari induknya – mempunyai kecenderungan bersikap antisosial dan sulit menerima orang asing. Delapan minggu pertama dalam umur kucing adalah periode yang penting dalam pembelajaran bersosialisasi. Kucing yang disapih terlalu awal ini biasanya hanya akan percaya pada orang yang mengasuhnya saja sedangkan orang lain yang datang belakangan akan diangap sebagai orang asing.

Kucing yang sudah bersosialisasi dengan baikpun bisa berubah menjadi galak apabila mendapatkan pengalaman traumatis yang dalam, seekor kucing berumur 4 bulan yang disakiti akan tetap mengingat orang yang menyakitinya bahkan sampai sepuluh tahun kemudian. Demikian juga kucing yang pernah diserang oleh anjing, akan cenderung untuk memusuhi anjing seumur hidup walaupun bertemu anjing yang baik sekalipun.

Kucing yang menjadi galak karena ketakutan akan menunjukkan bahasa tubuh yang jelas terhadap mereka yang dianggap sebagai musuhnya. Daun telinga merunduk dan menempel kepala, ekor yang dikibas kibaskan, pupilnya membesar, bersuara mendesis serta terkadang mengayun ngayunkan cakarnya. Sikap ini terkadang diikuti dengan berdirinya bulu supaya nampak lebih besar dari sebenarnya, hal ini dimaksudkan untuk menipu “penyerangnya” .Kucing yang merasa sudah terpepet dan tidak ada jalan untuk meloloskan diri biasanya berpura pura mendekat dan mengayun ayunkan cakar siap untuk merobek mereka yang dianggap sebagai penyerangnya. Anak kecil dan anjing seringkali tertipu karena menganggap sikap kucing ini sebagai ajakan bermain main dan biasanya akan terkejut dengan respon kasar dari kucing yang muncul.

catatan
photo by Jason/CC BY-NC-ND 2.0

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Sifat Galak Kucing Yang Muncul Karena Merasa Ketakutan

Silahkan tinggalkan komentar disini