Cara Kucing Menandai Wilayahnya

Sebagian besar masalah pada rumah dengan kucing lebih dari satu adalah perselisihan wilayah yang ditandai dengan tingkah laku penandaan (marking) dan sikap agresi. Langkah pertama untuk menghadapi hal ini adalah dengan memahami mengapa perlu ada pembagian wilayah pada kucing. Seekor kucing rumahan akan menegaskan wilayahnya dengan penandaan (marking), cakaran atau bahkan mengancam kucing lain secara fisik.

Tingkah Laku Penandaan: Tingkah laku penandaan (marking) pada kucing merupakan salah satu cara komunikasi antar kucing, apabila sistim komunikasi ini tidak ada – maka besar kemungkinan akan banyak terjadi perkelahian fisik antar kucing yang pada akhirnya akan merugikan kucing itu sendiri. Di alam bebas sikap menghormati wilayah seekor kucing jantan akan menjamin ketersediaan mangsa buruan . Sangat jarang sekali terjadi seekor kucing jantan berusaha merebut wilayah yang sudah dikuasai kucing lain. Dewasa ini tindakan memandulkan kucing dianggap berhasil menurunkan tingkah laku penandaan (marking) di dalam rumah.

Penandaan dengan Air Kencing: Tujuan utama dari penandaan dengan air kencing adalah untuk identifikasi dan penegasan wilayah seekor kucing, penandaan dengan air kencing ini biasanya dilakukan pada benda benda yang terletak di perbatasan wilayah dan juga benda benda di dalam wilayah apabila benda tersebut sudah pernah dijamah kucing lain. Air kencing kucing jantan mempunyai kandungan senyawa lemak yang menyebabkan air kencing tersebut bisa melekat lama pada benda benda yang terkena, bahkan setelah satu atau dua kali kehujanan. Ketika ada kucing jantan lain yang lewat, maka kucing pendatang tersebut akan segera mengetahui bahwa wilayah tersebut sudah memiliki penguasa.

Penandaan Dengan Tinja: Selain dengan air kencing, penandaan wilayah juga dilakukan dengan tinja (kotoran) kucing. Pada alam bebas, kucing jantan yang mendominasi suatu wilayah tidak akan mengubur kotorannya sedangkan kucing lain yang “bukan penguasa” akan mengubur kotorannya, hal ini dilakukan agar tidak dianggap menantang kucing yang dominan. Pada kucing rumahan sekarang ini ,mengubur kotoran dilakukan selain karena alasan kebersihan juga sebagai pengakuan bahwa pemilik kucing adalah penguasa daerah tersebut.

Penandaan dengan Cakaran: Cakaran juga merupakan salah satu cara kucing menandai wilayahnya, cakaran pada pohon, pagar dan juga perabotan rumah akan meninggalkan jejak berupa goresan dan tempelan bau yang keluar dari kelenjar bau yang terletak diantara jari jarinya. Baik kucing liar maupun kucing rumahan cenderung untuk memilih benda benda tertentu yang dicakarnya dan melakukannya berulang ulang, ini salah satu alasan mengapa menghilangkan kebiasaan mencakar ini sulit dihilangkan.

Penandaan dengan Bau: Kucing mempunyai kelenjar bau yang terletak di dagu, disekitar mata, bawah telinga, dahi, sekitar anus dan diantara jari jarinya serta pangkal ekor. Kelenjar bau ini dipakai kucing untuk menandai wilayahnya atau memberitahu kesiapannya untuk kawin.

Dua ekor kucing biasa saling menyapa dengan bertukar bau dengan cara mengosok gosokkan kepalanya. Tindakan ini beserta tindakan membiarkan anusnya dilihat kucing lain menandakan sikap saling menerima dan menghormati. Jadi apabila ada kucing yang menggosok gosokkan kepala pada pemiliknya bukan saja menandakan si kucing ingin melakukan kontak dengan sang pemilik ,akan tetapi dia sedang berusaha berkata “ aku adalah adalah milikmu”.

catatan: 
photo by Sampo pihlainen/ CC BY-NC 2.0

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Cara Kucing Menandai Wilayahnya

Silahkan tinggalkan komentar disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.