Telinga Kucing Bukan Hanya Untuk Mendengar

Bahwa telinga adalah alat pendengaran pasti kita semua sudah paham, akan tetapi mungkin tidak banyak yang tahu bahwa telinga kucing juga berfungsi sebagai pengatur keseimbangan ketika kucing terjatuh. Berikut enam hal tentang telinga kucing yang menarik untuk diketahui:

1.Telinga kucing tersusun dari 32 otot : Tidak kurang dari 32 otot yang halus menyusun daun telinga (pinnae) kucing. Pinnae ini dapat digerakkan berputar 180 derajat. Hal ini membuat kucing mampu mengarahkan pendengarannya ke sumber suara dengan lebih akurat. Bentuk pinna bervariasi tergantung spesies dan galur (breed). Kucing yang berasal dari daerah beriklim panas cenderung mempunyai daun telinga yang lebih lebar sehingga bisa memancarkan panas lebih baik dan juga mendeteksi mangsanya yang mungkin berjarak cukup jauh. Kucing yang berasal dari daerah beriklim dingin biasanya mempunyai daun telinga lebih kecil untuk meminimalisir kehilangan panas tubuhnya.

2.Kucing mempunyai kemampuan mendengar yang super : Kucing mempunyai telinga yang sangat baik untuk mendeteksi suara ultrasonic dari tikus tikus yang biasanya jadi mangsanya. Kucing mempunyai kemampuan mendengar sampai frekuensi 100.000 Hz, bandingkan dengan anjing yang bisa mendengar sampai 35.000 Hz atau manusia yang mampu mendengar sampai frekuensi 20.000 Hz.

3.Telinga merupakan organ penting untuk keseimbangan kucing : Didalam telinga kucing terdapat tiga buah saluran berbentuk setengah lingakar yang berisi cairan dan dibatasi rambut halus. Pergerakan cairan terhadap rambut memberikan informasi pada otak kucing kemana tubuh kucing bergerak. Sedangkan organ lain yang disebut vestibula memberikan informasi pada otak apakah tubuh kucing miring ke kanan atau kekiri, berbaring atau tengkurap, dsb. Gabungan kedua organ tersebut menyebabkan kucing punya refleks yang bagus yang menyebabkan kucing hampir selalu bisa mendarat dengan kakinya ketika jatuh.

4.Telinga merupakan barometer mood kucing : Kucing yang merasa terganggu akan diam dan tidak mengeong serta merebahkan daun telinganya kearah luar, sedangkan kucing yang merasa terancam biasanya akan merebahkan daun telinganya kearah dalam menempel kepala. Posisi daun telinga kucing menunjukkan berbagai macam emosinya, mulai dari seperti: bahagia, ingin tahu sampai dengan sedang rileks.

5.Mutasi menyebabkan kucing putih bermata biru menjadi tuli : Menurut penelitian Cornell feline Health Center, 17%-22% kucing berbulu putih dengan mata tidak biru terlahir tuli, 40% kucing yang bermata satu biru terlahir tuli dan 65% kucing putih yang kedua matanya biru terlahir tuli. Mutasi genetic yang menghasilkan mata biru bulu putih cenderung menyebabkan abnormalitas pada cochlea (bagian telinga yang mengirimkan siyal suara ke otak). Pada kucing bulu putih dengan satu mata biru- telingan yang tuli selalu pada posisi mata yang biru.

6.Mutasi gen bisa menyebabkan bentuk telinga yang ganjil : Daun telinga yang merebah kedepan pada Scottish fold atau menekuk kebelakang pada American Curl disebabkan mutasi gen pengatur cartilago (tulang rawan) yang menyebabkan daun telinga berdiri. Pada American curl mutasi gen hanya berpengaruh pada tulang rawan telinga, sedangkan pada Scottish fold juga menyebabkan gangguan pembentukan pada tulang lain dan membuat kucing berpotensi mengalami gangguan kesehatan berupa radang sendi.

catatan:
photo by ace_alejandre/ CC BY-NC 2.0

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Telinga Kucing Bukan Hanya Untuk Mendengar

Silahkan tinggalkan komentar disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.