Sepuluh Anggapan Keliru Tentang Kucing

Hubungan manusia dengan kucing diwarnai dengan pasang surut selama ribuan tahun. Ada kalanya hewan yang suka mengeong ini dianggap sebagai partner, sebagai musuh dan kini dianggap sebagai teman. Selama itu pula berbagai mitos dan cerita rakyat tentang kucing telah bercampur aduk dengan kenyataan dan seringkali menimbulkan pemahaman yang salah tentang kucing. Berikut koreksi atas beberapa kerancuan yang mungkin ada selama ini

1. Kucing mempunyai sembilan nyawa.Sebagai spesies kucing sangatlah mudah berkembang biak sekaligus juga “tahan banting”. Akan tetapi setiap ekor kucing adalah individu yang kecil dan rentan didunia yang penuh ancaman bahaya. Seperti juga mahluk hidup yang lain, termasuk manusia – kucing hanya mempunyai satu nyawa yang rentan terhadap gangguan kesehatan, kecelakaan dan kematian. Meskipun pemeliharaan yang baik dapat memperpanjang umur kucing namun tidaklah benar mitos bahwa kucing mempunyai Sembilan nyawa cadangan.

2.Kucing seperti anjing.Kucing dan anjing adalah dua spesies yang berbeda. Walaupun keduanya mempunyai beberapa kesamaan seperti sama sama mamalia berkaki empat, mempunyai ekor dan berambut. Banyak kucing juga suka bermain kejar dan tangkap seperti anjing, namun kedua hewan tersebut mempunyai naluri yang berbeda. Salah satu perbedaan yang nampak nyata adalah struktur sosialnya. Anjing adalah hewan pemburu yang berkelompok, sedangkan kucing adalah hewan pemburu penyendiri (soliter). Walaupun kucing juga bisa belajar hidup berdampingan secara damai-namun pada dasarnya kucing memerlukan wilayah pribadi untuk dihormati.

3.Dibandingkan anjing, kucing berharga lebih murah dengan biaya perawatan yang lebih rendah.Baik kucing maupun anjing membutuhkan pakan yang baik dan cukup untuk hidup sehat, juga memerlukan pemeriksaan kesehatan rutin oleh dokter hewan serta perlu perhatian yang cukup setiap harinya. Walaupun kucing tidak seperti anjing yang memerlukan latihan atau jalan jalan namun kucing tetaplah membutuhkan stimulasi fisik untuk tetap menjaga kesehatannya. Perawatan kucing hanya lebih murah apabila dibandingkan dengan anjing berukuran besar karena makin besar ukuran seekor hewan – maka makin banyak makanan yang dibutuhkan dan juga makin banyak obat yang harus diberikan ketika diperlukan.

4.Kucing tidak bersahabat dan bersifat soliter (penyendiri).Banyak orang menyalah artikan sifat soliter kucing sebagai sifat tidak bersahabat. Beberapa kucing memang rewel dalam menentukan dengan siapa dia mau bermain, akan tetapi kebanyakan dari mereka sangatlah komunikatif dan sangat sayang terhadap orang yang dianggap dekat dengannya. Ketika seekor kucing sudah merasa tercukupi kebutuhan dasarnya ( tempat tinggal, makanan dan air) maka dia akan mulai membutuhkan kemewahan lain seperti pertemanan dengan manusia. Banyak kucing yang meyambut pemiliknya di depan pintu sepulang dari sekolah atau dari tempat kerja bahkan tidur di tempat tidur pemiliknya apabila diijinkan. Namun demikian, kebanyakan kucing akan merasa nyaman menghabiskan waktu dengan tiduran di sudut yang tenang. Kucing mempunyai keseimbangan hidup yang bagus dalam bersosialisasi sekaligus menyendiri.

5.Kucing hanya bisa merasa berbahagia apabila dibiarkan bermain diluar rumah .Walaupun tidak mudah untuk melatih kucing yang terbiasa hidup diluar rumah untuk tinggal didalam rumah, namun kebanyakan kucing bisa beradaptasi dengan baik. Secara alamiah kucing adalah hewan pemburu, namun mereka tidaklah harus memerlukan binatang buruan hidup untuk memuaskan naluri berburunya. Dengan bantuan dan kesabaran pemilik, seekor kucing dapat hidup berbahagia didalam rumah. Kucing yang tinggal didalam rumah dapat mengurangi resiko bahaya seperti tertabrak kendaraan, kebiasaan manusia yang terkadang kejam, bahan kimia beracun dan ancaman dari hewan lain. Dengan kesabaran, ketekunan, kreativitas dan konsistensi – seekor kucing luar rumah bisa dilatih untuk hidup di dalam rumah. Tinggal di dalam rumah dipercaya bisa menyebabkan kucing hidup lebih sehat dan lebih lama.

6.Kucing “selalu” dapat mendarat dengan kakinya.Kucing mempunyai kemampuan refleks keseimbangan yang mengagumkan. Otak seekor kucing yang terjatuh dengan cepat dapat mengenali posisinya diudara; selanjutnya dia akan memutar dan mengarahkan kepalanya serta kaki depannya kearah tanah. Tulang belakangnya yang fleksibel akan menyesuaikan bagian tubuh yang lain, kaki belakangnya akan memposisikan diri seperti parasut untuk mendarat. Sendi sendi nya yang fleksibel dan tulang lehernya yang mengembang akan menjadi peredam kejut ketika mendarat di tanah. Namun demikian kucing yang jatuh dari tempat yang tinggi akan tetap fatal, juga jatuh dari ketinggian yang rendah membuat kucing tidak cukup mempunyai waktu untuk mengatur keseimbangannnya.

7.Kucing akan menjadi gemuk apabila dimandulkan.Ketika seekor kucing dimandulkan maka metabolismenya akan melambat, akan tetapi operasi pemandulan tidak akan menyebabkan kucing menjadi gemuk dan malas. Dengan bantuan dokter hewan pemilik kucing dapat menyesuaikan intake (masukan) pakan untuk mengakomodir metabolisme yang melambat. Pemilik kucing juga bisa membuat aktivitas fisik untuk kucing misalnya memindahkan mangkok makanan ke tempat yang lebih jauh sehingga kucing mengeluarkan energi lebih banyak. Mengajak kucing bermain main juga akan merangsang kucing untuk bergerak dan membakar kalori.

8.Kucing betina harus beranak dulu sebelum dimandulkan.Selain menyebabkan masalah kelebihan populasi kucing, menunda operasi pemandulan akan menyebabkan kucing betina lebih rentan terhadap masalah masalah kesehatan seperti kanker indung telur, kanker rahim dan kanker payudara. Sebaiknya operasi pemandulan kucing betina tidak perlu menunggu punya anak terlebih dahulu.

9.Kucing dan bayi tidak boleh berdekatan.Ada kekhawatiran terhadap penyakit pada janin disebabkan oleh kucing. Toksoplasmosis yang disebabkan parasit Toxoplasma gondii dapat membahayakan janin pada kondisi tertentu. Kucing seringkali dijadikan kambing hitam atas penyakit ini sehingga wanita hamil dianjurkan untuk menjauhi kucing. Akan tetapi kebanyakan kasus Toksoplasmosis terjadi apabila ibu hamil mengkonsumsi daging yang kurang masak, susu yang belum dipasteurisasi atau sayuran mentah yang tidak dicuci bersih. Untuk menurunkan resiko terkena Toksoplasma untuk ibu hamil yang memelihara kucing disarankan agar meminta tolong anggota keluarga yang tidak hamil untuk membersihkan kotak toilet (litter box) kucing , menggunakan sarung tangan ketika berkebun ( kucing mungkin menggunakan halaman rumah sebagai tempat buang air) dan biasakan selalu mengupas semua sayuran yang berupa umbi umbian.

10.Kucing tidak dapat dilatih.Anggapan ini tidaklah benar. Trik untuk melatih kucing adalah memahami terlebih dahulu apa yang mendorong kucing untuk melakukan sesuatu. Kucing hanya akan melakukan sesuatu ketika ingin melakukannya. Pemilik kucing harus menemukan cara untuk membuat kucing berpikir bahwa mereka perlu melakukan sesuatu.Kita tidak bisa meminta kucing untuk duduk atau berlari ketika dipanggil. Akan tetapi dengan membangun hubungan yang saling menghormati kita akan dapat mempelajari bagaimana memotivasi kucing untuk melakukan sesuatu yang positif.

Semoga informasi ringan ini bermanfaat dan saya sangat menghargai jika anda meninggalkan komentar disini.

catatan:
photo by Helen Haden/ CC BY-NC 2.0

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Sepuluh Anggapan Keliru Tentang Kucing

Silahkan tinggalkan komentar disini